Silaturrahim Pegawai LPMP Provinsi Sumbar

Menjelang libur panjang Idul Fitri 1443 H, LPMP Provinsi Sumbar mengadakan acara silaturrahim bersama keluarga besar LPMP Provinsi Sumbar sekaligus penyampaian beberapa informasi terkait perubahan penataan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada Kamis (28/04/2022). Hadir dalam acara yang dilaksanakan di Aula Engku Syafei LPMP Provinsi Sumbar tersebut Plt Kepala Dr. H. Wisma Endrimon, M.Pd. yang baru saja dilantik sebagai Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sumbar Sri Yulianti, M.Pd. yang juga baru dilantik dan sebelumnya merupakan widyaprada ahli madya LPMP Provinsi Sumbar, Kabag TU Drs. Irsad Sakti, SE., fungsional, staf serta PPNPN.

Kabag TU dalam penyampaiannya di awal acara menyebutkan kegiatan ini dilakukan karena seluruh pegawai akan memasuki libur panjang (yang 3 tahun sebelumnya tidak ada karena pandemi-pen) sehingga dirasa perlu berkumpul bersilaturrahim, bersamaan juga dengan momen menjelang lebaran untuk saling bermaafan, menyampaikan informasi terkait kondisi terkini lembaga yang dalam masa transisi perubahan menjadi Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) beserta implikasinya, tugas-tugas dan kegiatan yang akan dilakukan setelah masuk kerja lagi sehabis libur yaitu tanggal 9 Mei 2022 serta sekaligus sebagai acara perpisahan dengan Bapak Wisma Endrimon dan Ibu Sri Yulianti yang akan bertugas di tempat yang baru.

Bapak Wisma Endrimon yang sudah menjadi Plt (Pelaksana Tugas) Kepala di LPMP Provinsi Sumbar selama lebih kurang 4 bulan dimana disaat bersamaan beliau juga menjabat Kepala BPPauddikmas Provinsi Sumbar, pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan seluruh pegawai selama beliau menjabat Plt Kepala. Beliau juga mengucapkan maaf jika selama keberadaannya ditengah keluarga besar LPMP Provinsi Sumbar menyebabkan hal-hal yang tidak menyenangkan atau berprilaku yang kurang berkenan serta menyampaikan bahwa beliau pribadi sudah terlebih dulu memaafkan seluruh pegawai. Disamping ucapan penghargaan dan maaf, Bapak Wisma Endrimon memberikan dorongan, masukan dan semangat untuk perbaikan dan kemajuan LPMP Provinsi ke depan terutama bila sudah resmi menjadi BBPMP dengan struktur yang baru.

Selanjutnya Ibu Sri Yulianti dalam kata perpisahannya juga menyampaikan permintaan maaf dan ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai yang hadir. Ibu Sri Yulianti yang sebelumnya merupakan widyaprada ahli madya LPMP Provinsi Sumbar, sudah mengabdi di LPMP Provinsi Sumbar selama lebih kurang 3 tahun yang dimulai dengan jabatan widyaiswara. Sebelum mutasi ke LPMP Provinsi Sumbar, beliau merupakan widyaiswara di LPMP Sumatera Selatan. Selama menjadi pegawai LPMP Provinsi Sumbar Ibu Sri Yulianti sudah banyak berkiprah dan berperan dalam program dan kegiatan yang dilaksanakan lembaga seperti program ZI-WBK, Program Sekolah Penggerak (PSP) dengan PMO (Pokja Manajemen Operasional) nya, bimtek-bimtek, pemetaan, supervisi, sekolah model/sekolah binaan, dan lain-lain. Dengan semua pengalaman yang didapatkan selama di LPMP Provinsi Sumbar menurut beliau akan menjadi bekal yang berharga untuk memulai tugasnya di tempat yang baru sebagai Kepala BGP Provinsi Sumbar. Beliau berharap ke depannya BGP dan BBPMP Provinsi Sumbar akan bersinergi dan bekerjasama dalam memajukan kualitas Pendidikan di Provinsi Sumbar. Lebih lanjut beliau menyatakan persaudaraan dengan seluruh pegawai LPMP Provinsi Sumbar (nantinya BBPMP Provinsi Sumbar) akan selalu terjalin baik secara kedinasan maupun secara pribadi, tidak ada yang akan berubah dengan perpisahan ini, hanya tempat tugas yang berubah, imbuhnya.

Acara Silaturrahim ini ditutup Kabag TU dengan menekankan kembali inti dari kegiatan silaturrahim dan perpisahan dengan pegawai yang berpindah tugas dengan ungkapan fisik mungkin berjauhan namun hati tetap dekat. Beliau juga mengingatkan terkait Surat Edaran Kemdikbud Ristek tentang peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari Idul Fitri tanggal 2 Mei 2022, upacara peringatannya akan dilaksnakan pada tanggal 13 Mei 2022 setelah libur. Sebelum bubar, seluruh pegawai saling bermaafaan satu sama lain khususnya dengan Bapak Wisma Endrimon dan Ibu Sri Yulianti yang tidak lagi akan berada di tengah keluarga besar LPMP Provinsi Sumbar.    

Kurikulum Merdeka

Pada hari Jumat tanggal 11 Februari 2022 kemarin secara resmi telah diluncurkan kebijakan merdeka belajar episode ke 15 tentang “Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar” oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Dalam uraiannya digambarkan krisis pembelajaran di Indonesia telah berlangsung lama dan belum membaik dari tahun ke tahun. Hal ini terbukti dari hasil penilaian PISA (Programme for International Student Assesment) yang merupakan suatu studi untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang diikuti oleh lebih dari 70 negara di seluruh dunia, hasilnya Indonesia berada pada peringkat bagian bawah (10 negara terbawah) yang memiliki tingkat literasi dan numerasi rendah.

Menyikapi hal ini, apabila kita lihat kilas balik dalam sistem pembelajaran kita selama ini ada beberapa faktor yang perlu disempurnakan antara lain, pertama struktur kurikulum yang kurang fleksibel, jam pelajaran ditentukan per minggu. Kedua, materi yang diberikan kepada peserta didik terlalu padat, sehingga tidak cukup waktu untuk melakukan pembelajaran yang mendalam dan yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.

Ketiga, Materi pembelajaran yang tersedia kurang beragam sehingga guru kurang leluasa dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual. Apalagi materi yang disajikan membosankan dan kurang beragam serta kontekstual. Keempat, teknologi digital belum dipergunakan secara optimal dan sistematis untuk mendukung proses belajar guru melalui berbagi praktik baik.

Oleh karena itu arah dan kebijakan kurikulum ke depan perlu di sempurnakan menjadi, pertama, struktur kurikulum yang lebih fleksibel, jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun. Kedua, fokus pada materi yang esensial, capaian pembelajaran diatur per fase, bukan per tahun. Ketiga, memberikan keleluasaan bagi guru menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Keempat, aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk dapat terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.

× Unit Layanan Terpadu (ULT)